Mengapa Konflik India dan Nepal Turut Berebut Gunung-Gunung Terjal di Himalaya?

Mengapa Konflik India dan Nepal Turut Berebut Gunung-Gunung Terjal di Himalaya?

Konflik India dan Nepal – Nepal menerbitkan peta terbaru yang dimana mengklaim sebuah pegunungan di Himalaya sebagai wilayah kepunyaanya, usai India mendirikan jalan di atas kawasan itu. New Delhi menuding Cina ikut menunggangi konflik dengan Nepal.

Mengapa Konflik India dan Nepal Turut Berebut Gunung-Gunung Terjal di Himalaya?

Dikala dunia sibuk meredam wabah Covid-19, Nepal dan India terjebak dalam perselisihan perbatasan menyusul tumpang tindih klaim atas sebuah pegunungan di barat Himalaya. Jalan sepanjang 80km yang dibangun India untuk mengaitkan antara negara bagian Uuarakhand dengan Tibet melewati wilayah Lipulekh yang diklaim Nepal.

Buntutnya Nepal memrotes upacara peresmian jalan. Puncak Lipulekh merupakan jalanan dagang paling singkat antara India dan Cina. Pemerintah di Kathmandu mengecam kebijakan India sebagai tindak perundungan kepada jiran yang lemah.

Konflik India dan Nepal – Pemerintah Nepal lalu menerbitkan peta baru yang menunjukkan wilayah Lipulekh, termasuk Kalapani dan Limpiyadhura berada di dalam batas teritorialnya. Wilayah yang diperebutkan itu berada di batas tiga negara antara India, Cina dan Nepal. Peta baru buatan pemerintah nantinya akan diterbitkan ulang untuk universitas dan dokumen sah pemerintah.

Sontak, penerbitan peta baru oleh Nepal memanaskan relasi dengan India. Pemerintah di New Delhi mengkritik “tindak sepihak” Nepal dan menolak klaim wilayah yang tertera di dalam peta Nepal. “Peta ini bertentangan dengan kesepakatan bilateral untuk mengatasi info perbatasan melewati dialog diplomatik,” kata Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Anurag Srivastava.

“Klaim ini tidak akan pernah diterima oleh India,” imbuhnya.

Kisruh ini bukan kali pertama kedua negara bersitegang soal peta. Pada November tahun lalu, New Delhi menerbitkan peta sah India yang menempatkan Lipulekh ke dalam bagian teritorialnya. Pemerintah Nepal menolak peta itu dan menawarkan diplomasi, meski kemudian tidak ditanggapi India.

Faktor Cina

Derasnya arus investasi Cina ke Nepal membuat India bersikap curiga. Jenis media nasional seumpama berulangkali menggunakan narasi bahwa Kathmandu telah menjadi bonekanya Beijing.

Dalam sebuah peluang, Kepala Staf Angkatan Darat, Manoj Mukunda Naravene mengatakan Nepal bertingkah “atas nama orang lain.” Ucapannya itu diyakini ditujukan kepada Cina.

Swaran Singh, seorang pengajar di Universitas Jawaharlal Nehru di New Delhi meyakini narasi itu muncul imbas relasi kompleks India dan Cina yang mengalami pasang surut. Kecuali Nepal, Beijing juga berusaha mencari kedekatan dengan Pakistan, rival terbesar India di Asia Selatan.

 

Mengapa India dan Nepal Turut Berebut Gunung-Gunung Terjal di Himalaya?

 

Konflik India dan Nepal – Menurutnya lanskap diplomatik antara kedua negara “hanya memperkuat tuduhan bahwa Nepal lebih berani menyanggah atau menggunakan bahasa yang keras kepada India untuk menyenangkan Cina,” kata Singh kepada Kami.

Tetapi tuduhan itu disanggah Menteri Luar Negeri Nepal Pradeep Kumar Gyawali. Menurutnya Nepal tidak hanya bersitegang dengan India ihwal perselisihan teritorial, melainkan juga dengan Cina.

“Saya menolak tindakan menyeret negara lain ke dalam perselisihan perbatasan antara India dan Nepal. Kami juga mempunyai perselisihan teritorial dengan Cina di Lipulekh. Isunya belum dipecahkan,” sanggahnya dalam wawancara dengan Kami.

Khadga KC, Guru Besar Hubungan Internasional di Universitas Tribhuvan, Nepal, mewanti-wanti tuduhan India dapat kian membebani relasi bilateral. “Sebagai negara berdaulat, Nepal tidak perlu menyeret jiran lain ke dalam perselisihan ini,” kata dia. “Faktanya, Nepal terpaksa membuat ulang peta politik setelah India secara sepihak membangun jalan di atas wilayah kami.”

Motif politik

Analis mengatakan kisruh perbatasan teranyar memberi angin segar bagi kaum nasionalis di Nepal, dan menolong perdana menteri memperpanjang usia pemerintahannya. Kekuasaan Sharma Oli goyah lantaran kinerja pemerintahannya menghadapi wabah corona yang diukur gagal.

Dikala ini partai-partai oposisi telah mengungkapkan dukungan bagi pemerintah untuk mengamandemen konstitusi supaya memuat peta baru hal yang demikian.

Konflik India dan Nepal – Dalam sebuah wawancara dengan harian India, The Hindu, Menlu Gyawali mengatakan “metode paling layak” mengatasi perselisihan perbatasan antara kedua negara merupakan “menarik mundur serdadu dari Kalapani dan menyerahkan wilayah yang diduduki kembali ke Nepal.”

Dinesh Bhattarai, bekas duta besar Nepal untuk PBB, mengatakan kepada Kami kedua negara semestinya melanjutkan diplomasi dan diplomasi berdasarkan fakta dan bukti-bukti sejarah. “Negara demokrasi terbesar di dunia semestinya tidak ragu mencari solusi yang memuaskan.”

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *